Subscribe Berita Terbaru
Masukkan alamat email Anda dan berlangganan berita terbaru kami

Masukkan alamat email Anda dan berlangganan berita terbaru kami

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Sejak terbunuhnya Michelle Kurisi Ndoga cucu dari Kepala Suku Silo membuat para separatis Papua terpecah. Michelle yang dikenal sebagai aktivis perempuan dan anak ini, dikutip dari tulisan di media sosialnya, seolah mencurahkan isi hatinya terkait perjalanan yang dilaluinya di Papua Pegunungan.
Michelle yang juga cucu kepala suku besar di Lembah Baliem, Jayawijaya, Alex Silo Doga, harus berpulang dengan cara yang tragis ditangan pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) dengan cara tidak berperikemanusiaan, pada Senin, 28 Agustus 2023. Bahkan video interogasinya dan saat akan menghembuskan napas terakhir dibagikan di media sosial.
READ ALSO : TNI BANGUN HONAI DI PEDALAMAN INTAN JAYA
Kejadian tidak berprikemanusaiaan tersebut menimbulkan pro dan kontra sesama pejuang separatis Papua. Sebuah surat yang mengatasnamakan Pemerintah Sementara Papua Barat melalui Sayap Militer Tentara Papua Barat telah mengeluarkan instruksi langsung yang memiliki dampak signifikan dalam dinamika perjuangan kemerdekaan Papua Barat.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP), Manashe “Qhebe” Tabuni, dan Sekretaris Markus Haluk, beberapa poin kunci telah diungkapkan.

READ ALSO : EMPAT KALI TRANSAKSI DI BANK PAPUA, PENYUPLAI MAKANAN KSTP DITANGKAP APARAT
Presiden ULMWP, Manashe “Qhebe” Tabuni, menyampaikan bahwa proses ini adalah keputusan bersama dari seluruh pengurus ULMWP dan merupakan langkah penting dalam menjaga konsolidasi dan integritas perjuangan kemerdekaan Papua Barat.
READ ALSO : TEGAKKAN HUKUM, APARAT KEAMANAN BURU KSTP PIMPINAN ANANIAS MIMIN